Senin, 06 September 2010

Mengenal parabola


Mengenal Parabola
Antena Parabola adalah seperangkat alat yang digunakan untuk komunikasi data, menerima siaran radio dan televisi digital atau DVB (Digital  Video Broadcasting). Dalam bahasan ini difokuskan pada sistem penerimaan TV digital satelit.
Untuk dapat menerima siaran televisi satelit maka kita membutuhkan berbagai peralatan utama sebagai berikut: 
1. Dish
Adalah piringan dengan lengkung parabola yang berfungsi memantulkan sinyal satelit yang diterima ke titik pusat atau fokus . Sinyal yang datang dari satelit sangat lemah karena jarak yang sangat jauh (22.300 mil).
Frekuensi sinyal satelit DVB yang digunakan adalah pada rentang 3,7-4,2 Ghz (C-band), 10,7-12,75 Ghz (Ku-band), dan L-band. 
Sinyal satelit yang sampai di permukaan bumi membentuk pola daerah cakupan yang disebut dengan footprint. Footprint tiap satelit berbeda-beda dan memiliki kekuatan sinyal yang berbeda-beda pula. Ukuran atau satuan yang digunakan untuk merefleksikan kekuatan sinyal (EIRP-effective irradiates power) tersebut adalah dBw (decibel watts) .
Jika suatu daerah tercakup dalam daerah footprint frekuensi suatu satelit maka secara teoritis didaerah tersebut dapat menerima siaran satelit. 
Dish dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu prime focus, off-center/offset dish dan cassegrain. Material dish adalah logam yang dapat memantulkan sinyal elektromagnetik, di pasaran jenisnya ada dua macam yaitu mesh (jala aluminum) dan solid (fiber-aluminum, baja tipis, dan lain-lain). 
Penguatan siyal yang didapat dari dish bergantung dari ukuran dan tingkat efisiensi. Semakin besar ukuran dish maka semakin besar pula penguatan sinyalnya. Sedangkan tingkat efesiensi bergantung pada bahan, konstruksi, dan lokasi . Sebagai contoh penggunaan dish mesh efektif pada C-band namun sebaliknya kurang efektif pada Ku-band.
Dipasaran, dish yang banyak tersedia untuk penerimaan siaran khususnya FTA (free to air) berjenis mesh dan solid dengan ukuran 6-12 feet, dengan rentang kisaran Rp 250 ribu-2 juta tergantung merk, jenis, dan ukuran. Ukuran yang lebih kecil (dibawah 6 feet) bayak digunakan oleh penyedia siaran televisi berbayar yang  menggunakan frekuensi non C-band semisal Indovision, Aora, dan Astro.
2. LNB
Titik fokus parabola itu ditempatkan sebuah alat  yang disebut feedhorn. Feedhorn ini pada dasarnya adalah Waveguide yang mengumpulkan sinyal-sinyal pada atau dekat titik fokus dan meneruskan (downconverter)  pada LNB (Low Noise Block). LNB mengubah sinyal elektromagnetik /radio  pada rentang frekuensi C-band /K u-band/S-band ke frekuensi 950-1450MHz yang dapat diterima oleh DVB receiver. 
Menurut jenis gelombangnya LNB dapat digolongkan menjadi LNB linear dan LNB Circular. Di Indonesia secara umum menggunakan LNB Linear karena footprint satelit yang dapat diterima menggunakan sinyal linear. LNB linear dapat dimodifikasi menjadi LNB Circular dengan memasangkan sekat dielektrik pada mulut LNB untuk menerima satelit yang menggunakan sinyal circular seperti penerimaan Satelit Yamal 202.
LNB yang tersedia di pasaran sangat beragam tergantung kualitas dan fitur yang ditawarkan dengan rentang yang berbeda antara Rp 50.000 – 450.000. Kualitas LNB biasanya ditentukan oleh gain dan noise, sedang berbagi fiturnya antara lain single output, double output, quad output, combo C-Ku, free interference LNB dan sebagainya.
3. Receiver
Receiver adalah alat yang digunakan untuk merubah sinyal dari LNB lewat kabel dan merubahnya menjadi sinyal gambar dan suara yang bisa disambungkan ke televisi. Receiver yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah receiver untuk menerima siaran bebas bayar /FTA (free to air). Sisanya adalah receiver plus dekoder yang disediakan oleh provider siaran berbayar dan umumnya dengan sistem pinjam.
Bagi para hobbiist umumnya menggunakan receiver yang lebih canggih, misalnya receiver yang menggunakan slot kartu langganan berbayar (CA-CI), receiver yang dapat  dipairing dan programmable via komputer, dan receiver canggih lainnya.
Pengguna komputer juga dapat menerima siaran televisi datelit dengan menambahkan DVB card baik PCI maupun USB.

Peralatan di atas adalah perangkat utama untuk dapat menerima sistem televisi satelit. Kualitas gambar yang didapat sangat bagus setara DVD serta bebas noise (semut) bahkan untuk standar penyiaran mulai bergeser ke HDTV. Channel siaran yang didapat bergantung kepada provider yang menyewa transponder satelit dan kualitas peralatan parabola yang dimiliki. Dish bagus dan besar yang didukung dengan LNB yang bagus akan menerima channel yang lebih banyak pada satelit dengan kualitas sinyal yang kecil.
Para pengguna parabola di Indonesia sebagian besar menggunakan sistem parabola fix/tetap untuk menerima siaran dari satelit Palapa dan Indosat. Pemasangan LNB yang dijajar sampai 4 LNB marak digunakan untuk menangkap lebih banyak channel di satelit Asiasat 2 dan 5. Sistem parabola gerak dapat menangkap siaran lebih banyak lagi karena dapat menangkap sinyal lebih dari 10 satelit.
Pelanggan siaran berbayar semisal Indovision, Aora dan Telkomvision walaupun dengan dish tetap namun memperoleh channel siaran yang lebih banyak karena siaran berbayar berisi paket channel yang sangat beragan dan memiliki sistem acak yang tidak dapat dibuka dengan receiver biasa (Free To Air – FTA Receiver)
Ingin tahu lebih banyak? Tunggu postingan berikutnya…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar